1. Media ukur:
Flowmeter vortex cocok untuk mengukur aliran berbagai cairan, gas, uap, dan media lainnya, tetapi sifat dan kondisi media yang berbeda akan memengaruhi pemilihan flowmeter. Misalnya, saat mengukur suhu tinggi, tekanan tinggi, atau media korosif, Anda perlu memilih flowmeter yang tahan terhadap suhu tinggi, tekanan tinggi, atau korosi. Resistansi suhu normal flowmeter vortex adalah di bawah 250 derajat, tetapi Anda dapat menggunakan flowmeter vortex split, yang dapat mencapai suhu maksimum 350 derajat, menjadikannya pilihan terbaik untuk mengukur uap.
2. Kisaran aliran:
Berbagai model flowmeter vortex cocok untuk rentang aliran yang berbeda. Saat memilih flowmeter vortex, Anda harus memilih model dan spesifikasi yang sesuai dengan rentang aliran aktual untuk memastikan akurasi dan keandalan pengukuran. Jika Anda mengukur uap jenuh atau uap super panas, densitas uap akan berubah seiring perubahan suhu, sehingga flowmeter vortex untuk mengukur uap akan memiliki rentang flowmeter yang berbeda sesuai dengan tekanan yang berbeda.
3. Akurasi pengukuran:
Berbagai model flowmeter vortex memiliki akurasi pengukuran yang berbeda. Saat memilih flowmeter vortex, Anda harus mempertimbangkan persyaratan pengukuran dan persyaratan akurasi yang sebenarnya dan memilih flowmeter dengan akurasi pengukuran yang sesuai.
4. Pemeliharaan:
Flowmeter vortex memerlukan perawatan rutin untuk memastikan keakuratan pengukuran dan keandalan jangka panjangnya. Saat memilih flowmeter vortex, Anda harus mempertimbangkan kesulitan dan biaya perawatan serta memilih flowmeter yang mudah dirawat dan dirawat.
5.Metode koneksi:
Metode koneksi yang dapat dipilih untukpengukur aliran pusaranadalah: klem flensa, sambungan flensa, sambungan berulir. Pilih metode sambungan yang paling sesuai dengan kebutuhan di tempat Anda. Pemasangan yang mudah dan perawatan selanjutnya.



